Berita Duka dari Dylan Sada, Model dan Fotografer Indonesia di New York

Dunia hiburan Indonesia diguncang kabar sedih. Pada hari Senin, 9 November 2020 lalu, model dan juga fotografer Dylan Sada dikabarkan meninggal dunia. Kabar ini disampaikan oleh sang adik, Dimas Radityo. Bagi sebagian orang, barangkali ada yang tidak terlalu mengenal nama Dylan Sada. Hal ini karena memang Dylan tidak berkarir di Indonesia. Sejak usia 19 tahun, Dylan sudah merintis karirnya di luar negeri, dan namanya lebih banyak dikenal di Amerika Serikat daripada di Indonesia. Dylan pun meninggal dunia di New York. Meninggalknya model sekaligus fotografer bernama asli Aldila Wulandari Kusumashanty Pranadjaja cukup mengejutkan karena sempat tidak ada kabar tentang dirinya. Akun Instagram pribadinya pun telah tidak ada unggahan baru dalam setidaknya satu bulan terakhir.

Tidak heran bila kalangan artis yang mengenal Dylan pun sangat dikejutkan dengan kabar ini. Di akun @dylan_sada, berbagai komentar yang berisi ucapan duka cita pun membanjiri kolom komentar. Ada Andien yang menuliskan “Rest In peace Dylan”. Lalu, ada juga presenter Melanie Putria yang sangat terkejut dengan berita duka ini. Dalam komentarnya tersebut, Melanie menuliskan bahwa Dylan adalah salah satu teman masa kecilnya. Dia juga menuliskan dalam bahasa Inggris bahwa Dylan akan sangat dirindukan.

Pihak yang terkejut tidak hanya para pengikut media sosialnya dan kalangan artis yang mengenalnya. Bahkan keluarga dari Dylan Sada pun sangat terkejut dengan berita duka ini. Adik dari Dylan, Namira, menunjukkan keterkejutannya dan memberikan beberapa informasi melalui unggahannya di akun Twitter @namiraaldita. Dia menyebutkan bahwa penyebab meninggalnya kakak tercintanya adalah terjatuh di kamar mandi, namun penyebab pastinya tentang kondisi kesehatan yang dialami masih menunggu laporan dari Coroner, dan ini bisa memakan waktu beberapa bulan. Dia juga menuliskan bahwa pihak keluarga tidak ada yang benar-benar tahu tentang kondisi kesehatan Dylan selama ini hingga sebelum almarhumah meninggal. Hal ini karena Dylan sendiri sangat jarang memberikan informasi tentang kondisinya dan relatif jarang pula berkomunikasi dengan mendalam bersama pihak keluarganya.

Berita Duka dari Dylan Sada, Model dan Fotografer Indonesia di New York

Namira juga menyebutkan bahwa sebulan terakhir media sosial kakaknya tidaklah aktif dan akses lainnya pun tidak aktif. Dia beranggapan bahwa kakaknya barangkali memang sedang dalam keadaan sakit hingga akhirnya terjatuh di kamar mandi yang kemudian membuatnya meninggal dunia. Dalam unggahan di Twitter tersebut, Namira juga menyebutkan bahwa sang kakak sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh teman sekamarnya. Hal ini terjadi pada tanggal 9 November 2020 pukul 7 pagi waktu setempat. Untuk menutup cuitannya, Narima memohonkan doa bagi sang kakak dan mohon maaf atas kesalahan yang dibuat selama masa hidupnya.

Terkait kondisinya, akun Twitter @imsuffering kemudian juga mengunggah tangkapan layar percakapannya yang terjadi melalui Direct Message dengan almarhumah Dylan Sada. Dari tangkapan layar tersebut, terlihat jelas bahwa percakapan singkat ini terjadi pada tanggal 1 Oktober 2020. Dalam unggahan tersebut, Dylan menyebutkan bahwa dia sedang berusaha berjuang dan bertahan dengan kondisi pandemi yang ada. Selain itu, Dylan menyebutkan bahwa kondisinya tidaklah terlalu bagus karena dia kehilangan pekerjaannya, dan ini masih ditambah pula dengan kondisi finansial yang tidak terlalu bagus dan tabunganya pun mulai mengering.

Terkait perjalanan karir Dylan Sada, dia lahir di Jakarta pada tahun 1984. Karirnya di dunia hiburan dimulai di usia 19 tahun. Di masa itu, Dylan membuat keputusan besar dengan meninggalkan rumahnya dan mulai merintis perjalanan profesinya dengan menjadi seorang fotografer. Dia pun juga menekuni hidup sebagai seniman secara otodidak. Sebelumnya, Dylan juga sempat menempuh pendidikan di London Public School yang berada di Jakarta. Setelah itu, dia beranjak ke Malaysia dan menempuh pendidikan di Limkokwing University of Creative Technology. Walau demikian, Dylan Sada tidak sempat menyelesaikan studinya di universitas ini dan lebih memilih untuk mengejar ketertarikan dan minatnya di dunia fotografi.

Perjalanan persiapan karirnya tidak terhenti di situ saja. Setelah dari Malaysia, Dylan Sada beranjak ke Singapura. Di tahun 2007 ini, Dylan berkembang di bawah arahan Ivanho Harlim. Selain itu, dia juga bekerja sebagai staf magang di majalah Juice yang bermarkas di Singapura. Setelah merasa mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dibutuhkan, barulah Dylan beranjak ke New York hingga masa akhir hidupnya di usia 36 tahun. Perjalanan karirnya memang sama sekali tidak mudah. Dylan pun menulis di situs pribadinya, dylansada.com, bahwa proses meraih mimpinya dilakukan dengan perlahan namun tetap dengan langkah yang pasti. Semua pengalaman yang dia lalui diakuinya membuatnya menjadi pribadi dengan jiwa yang sangat kuat dan kreatif.

Ketika di New York, karir Dylan tidaklah bisa dianggap sederhana. Sebagai model dan fotografer, Dylan sudah memiliki pengalaman bekerja sama dengan tokoh ternama di Amerika Serikat. Bahkan, berbagai brand ternama pun pernah mengisi catatan perjalanan karirnya. Nama seperti Ryan McGinley serta Iens dan Vinoodh adalah beberapa di antaranya. Untuk brand, ada LOREAL, DIOR, NYLON, Converse, ELLE, dan juga LOfficiel. Ini semua menjadi bukti kesuksesan Dylan. Dia bukanlah sekedar model dan fotografer biasa, tapi benar-benar seorang yang sukses.